Dekatkan Pelayanan Kesehatan, Wabup Resmikan Pustu Daerah Terpenci

Selasa 14 Agustus 2018 menjadi hari spesial bagi Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi, Bapak 5 orang cucu ini memperingati hari jadinya yang ke-60 tahun.

Tidak dirayakan mewah di hotel berbintang, pria kelahiran Blok Pentil Desa Bongas 14 Agustus 1958 itu justru memperingatinya bersama penduduk di daerah terpencil Blok Asinan, Desa Margamulya serta petugas kesehatan UPTD Puskesmas Bongas.

Itupun dia tidak minta, tapi inisiatif dari elemen masyarakat dan para petugas kesehatan yang saat bersamaan tengah mengadakan acara peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu).

Syukuran hari jadi orang nomor dua di jajaran Pemkab Indramayu itupun berlangsung spontan dan sangat sederhana. Tiup lilin, doa bersama lalu dilanjut potong kue yang kemudian dibagikan kepada emak-emak dan anak-anak yang hadir disana.

Wabup Supendi mengaku terkejut sekaligus berbahagia. Tapi yang membuat dia sangat bersyukur memasuki usianya yang ke-60 tahun adalah diresmikan dan beroperasinya Pustu di Blok Asinan itu.

“Karena keberadan Pustu ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sebagai wujud keseriusian Pemkab Indramayu mendekatkan pelayanan kesehatan tak terkecuali bagi warga di daerah terpencil dan terpelosok,” kata dia.

Disebut terpencil, lantaran Blok Asinan memang berlokasi ditengah-tengah areal persawahan. Akses jalannyapun belum memadai. Saat musim penghujan, penduduk disana terisolasi. Tak bisa kemana-mana karena masih berupa tanah dan batu.

“Dulu ada jembatan kayu dibawahnya Kali Beji. Kalau lagi banjir, itu jembatan hilang diterjang arus air. Oleh Pemkab lalu dibangun jembatan permanen, pakai beton,” ungkap Wabup.

Blok Asinan disebut pula wilayah terpelosok. Sebab lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari Puskesmas Bongas dan Kantor Kecamatan Bongas. Ditambah akses jalan yang mayoritas masih berupa tanah, sehingga ketika ada warga yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan, butuh perjuangan ekstra.

“Saya juga tidak habis pikir, kenapa orang tua jaman dulu mau tinggal dan membuka pemukiman ditempat ini,” ucapnya sambil tersenyum.

Namun demikian, Blok Asinan ini menjadi daerah penghubung serta akses masuk kesejumlah blok lainnya dari desa dan kecamatan tetangga. Yaitu Blok Gupit Desa Plawangan Kecamatan Bongas dan Blok Soge, Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur.

Sehingga keberadaan Pustu Blok Asinan ini ternyata cukup strategis dapat dimanfaatkan oleh warga di dua desa itu. “Itulah kenapa, Pemkab merealisasikan aspirasi masyarakat agar di bangun Pustu disini. Saya berharap keberadaan Pustu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat sekitar serta luar desa,” pinta dia.

Wabup Supendi pun berjanji, fasilitas yang ada di Pustu akan ditingkatkan. Termasuk aspirasi warga yang menginginkan adanya mobil ambulan. “Termasuk akses jalan, Pemkab akan membangun. Ini supaya masyarakat didaerah terpelosok juga dapat menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Kepala UPTD Puskesmas Bongas, Rosyid Muhammad Nur memastikan, pasca diresmikan Pustu Blok Asinan akan langsung beroperasi. Tenaga medis dari UPTD Puskesmas Bongas akan ditugaskan untuk memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat.

“Hal ini sesuai dengan komitmen kami demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mendongkrak IPM sekaligus mewujudkan visi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau dengan mengedepankan prinsip religius,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menyebutkan, Pustu Blok Asinan merupakan yang ke-68 dimiliki oleh Pemkab Indramayu selain 49 Puskesmas.
Pembangunan Pustu sampai ke daerah terpencil dan terpelosok memang sudah menjadi fokus dan prioritas Pemkab Indramayu mewujudkan pemerataan layanan kesehatan. “Saya juga meminta agar jadwal pelayanan di Pustu ini berkesinambungan. Tidak putus-putus. Tim medis beri pelayanan optimal,” pesannya. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)